Contoh Majas

Daftar Isi:

Contoh majas – Halo, selamat datang di Sudut Pintar, pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas majas secara lengkap, dari mulai pengertian, jenis, dan macam-macam majas. Ada banyak majas yang bisa dibuat, contohnya adalah majas metafora dan majas personifikasi seperti berikut ini.

Contoh Majas Metafora

Contoh Majas Metafora

Majas metafora merupakan gaya bahasa yang tidak menggunakan kata-kata pembanding, sehingga menggunakan perbandingan secara langsung. Berikut contoh majas metafora lengkap beserta artinya.

  1. Bangunan itu telah hangus dilahap oleh si jago merah. (si jago merah = api)
  2. Adikku kecelakaan kemarin dan dinyatakan tutup usia hari ini. (tutup usia = meninggal)
  3. Ibuku kembali dari kampung halaman dan membawa buah tangan untuk kami. (buah tangan = oleh-oleh)
  4. Perusahaan itu sudah gulung tikar sejak satu bulan yang lalu. (gulung tikar = bangkrut)
  5. Dia adalah sahabatku dan namanya sedang naik daun saat ini. (naik daun = terkenal)
  6. Dia merupakan seorang yang berkepala batu. (kepala batu = keras kepala)
  7. Wajah mereka mirip karena mereka berdua sedarah. (sedarah = saudara kandung)
  8. Kita harus menjadi orang yang rendah hati. (rendah hati = tidak sombong)
  9. Gio dijauhi oleh teman-temannya karena memiliki sifat tinggi hati. (tinggi hati = sombong)
  10. Kakeknya berasal dari Jogja dan masih keturunan darah biru. (darah biru = bangsawan)
  11. Hubungan pertemanan mereka sudah retak sejak lama. (retak = tidak rukun)
  12. Della dan Ando sedang membicarakan hal penting secara empat mata. (empat mata = hanya berdua)
  13. Semenjak ayahnya meninggal, Anton menggantikan ayahnya menjadi tulang punggung keluarga. (tulang punggung = pencari nafkah)
  14. Saat ini, wanita itu menjadi buah bibir warga desa. (buah bibir = pembicaraan banyak orang)
  15. Remaja itu sudah sejak lama hidup sebatang kara. (sebatang kara = seorang diri)
  16. Kita harus menerima kenyataan terburuk dengan lapang dada. (lapang dada = menerima keadaan)
  17. Para pahlawan telah gugur dalam mempertahankan Indonesia. (gugur = meninggal dalam perang)
  18. Dia memiliki sifat besar kepala dan tidak pernah berubah sejak dahulu. (besar kepala = sombong)
  19. Sinta merupakan kembang desa di kampung halamannya. (kembang desa = gadis cantik berhati baik)
  20. Dia adalah orang yang tebal muka sehingga mau melakukan apa saja di depan umum. (tebal muka = tidak malu)
  21. Para tikus kantor sudah seharusnya dihilangkan dari negeri ini. (tikus kantor = koruptor)
  22. Banyak masyarakat sekarang ini yang terjebak oleh tipuan para lintah darat. (lintah darat = rentenir)
  23. Lelaki itu mati kutu di depan pacarnya saat pacarnya sedang membentaknya. (mati kutu = tidak bisa berbuat apa-apa)
  24. Andi merupakan bintang kelas di kelasnya. (bintang kelas = murid yang pintar)
  25. Ibu itu sangat menyayangi buah hatinya. (buah hati = anak)
  26. Ayah itu melepas kepergian anaknya dengan berat hati. (berat hati = tidak rela)
  27. Ada baiknya saat membuat keputusan dilakukan saat kepala dingin. (kepala dingin = tenang)
  28. Firman merupakan tangan kanan dari bos perusahaan tersebut. (tangan kanan = orang kepercayaan)
  29. Aku menerima keputusannya dengan sepenuh hati. (sepenuh hati = ikhlas)
  30. Saat musibah tiba, Rita yang memiliki sifat ringan tangan langsung sigap memberikan bantuan makanan dan pakaian (ringan tangan = suka menolong)
  31. Dio sudah dikenal sebagai kutu buku di kelasnya. (kutu buku = gemar membacanya)
  32. Anak baru di kelasku berasal dari negeri sakura. (negeri sakura = negara Jepang)
  33. Ibu itu menangis histeris melihat darah dagingnya meninggal dunia. (darah daging = anak kandung)
  34. Setiap hari Doni keluar rumah untuk bekerja. Pekerjaan Doni adalah pemburu berita. (pemburu berita = wartawan)
  35. Proses perceraian itu telah sampai di meja hijau. (meja hijau = pengadilan)
  36. Sebaiknya kita mengajaknya berbicara bila emosinya sudah surut. (surut = reda atau berhenti)
  37. Usaha ini dimulai dengan modal dengkul. (modal dengkul = modal seadanya)
  38. Namanya semakin hari semakin bersinar. (bersinar = semakin baik)
  39. Kita tidak boleh tutup mata terhadap permasalahan sosial di sekitar kita. (tutup mata = tidak peduli)
  40. Agnes Monica merupakan seorang artis papan atas. (papan atas = sangat terkenal)
  41. Jika melihat saudara terkena musibah, kita tidak boleh berangku tangan. (berpangku tangan = tidak melakukan apa-apa)
  42. Karir wanita itu sedang menanjak drastis. (menanjak = semakin tinggi)
  43. Banyak warga yang berlomba membeli tas tersebut karena harganya sedang terjun bebas. (terjun bebas = menurun drastis)
  44. Jika ingin mencari keringat kita bisa lari keliling komplek. (cari keringat = olahraga)
  45. Dalam mengerjakan tugas ini, saya sangat memutar otak. (memutar otak = mencari cara)
  46. Dia membuang mukanya saat kami berpapasan di jalan. (membuang muka = pura pura tidak lihat)
  47. Kita harus berkaca terlebih dahulu sebelum menilai penampilan orang. (berkaca = menilai diri sendiri)
  48. Jangan bersikap berat sebelah dalam menanggapi pendapat orang. (berat sebelah = tidak adil)
  49. Anak kecil yang digendong oleh ibunya sangat rewel. (rewel = cerewet)
  50. Wajahnya sangat cantik karena ibunya berasal dari negeri kincir angin. (negeri kincir angin = Belanda)
  51. Jangan mencoba cuci tangan jika sudah terbukti bersalah. (cuci tangan = mengelak)
  52. Persahabatan mereka semakin lama semakin retak karena sudah jarang berkomunikasi. (retak = tidak rukun)
  53. Jangan langsung menerima kabar angin yang tersebar. (kabar angin = berita yang belum jelas kebenarannya)
  54. Perempuan itu dilamar oleh pujaan hatinya kemarin. (pujaan hati = kekasih)
  55. Di dalam hidup kita akan menerima banyak sekali ujian. (ujian = cobaan)
  56. Cita-cita Aldo adalah bekerja di plat merah. (plat merah = pemerintah)
  57. Tingkah anak kembar itu sebelas duabelas. (sebelas duabelas = mirip)
  58. Popularitas aktor tersebut sudah mulai pudar seiring berjalannya waktu. (pudar = hilang atau berkurang)
  59. Hubungan kami telah memiliki sekat sejak dia mulai memiliki sahabat baru. (sekat = penghalang)
  60. Banyak orang yang masih buta tentang pendidikan. (buta = tidak tahu sama sekali)
  61. Jika ingin menjadi anggota militer kita pasti akan ditempa menjadi lebih kuat. (ditempa = dididik)
  62. Pekerjaan berat ini sangat menguras tenaga. (mengurus tenaga = melelahkan)
  63. Vera selalu mencari muka di depan setiap guru agar mendapat nilai bagus. (mencari muka = mencari pujian atau perhatian dari orang lain)
  64. Masalah ini harus ditangani dengan baik dan benar. (ditangani = diselesaikan)
  65. Lina merupakan anak yang polos sehingga sering dikadali oleh teman-temannya. (dikadali = ditipu)
  66. Para koruptor itu tidak pernah berhenti menggerogoti uang negara. (menggerogoti = mengambil/korupsi)
  67. Buku merupakan jendela dunia. (jendela dunia = pengetahuan)
  68. Raja hutan itu mengaum sangat keras. (raja hutan = hewan yang berkuasa)
  69. Dia dijadikan kambing hitam oleh teman-temannya. (kambing hitam = orang yang tidak bersalah tetapi dituduh bersalah)
  70. Lelaki itu adalah belahan jantung hatiku. (jantung hati = kesayangan)
  71. Wanita itu sebenarnya bermuka dua. (bermuka dua = munafik)
  72. Jagalah barang pribadi agar tidak jadi korban para panjang tangan. (panjang tangan = pencuri)
  73. Dia unjuk gigi atas kehebatannya bermain musik. (unjuk gigi = menunjukkan kemampuan)
  74. Dia gigit jari melihat kelakuan kekasihnya. (gigit jari = kecewa)
  75. Lelaki hidung belang itu terus mencari mangsa untuk digoda. (hidung belang = playboy)
  76. Dia adalah buaya darat yang memiliki banyak wanita simpanan. (buaya darat = playboy)
  77. Lina merupakan seorang yang berjiwa besar. (berjiwa besar = berhati mulia)
  78. Reno adalah pencuri yang sudah menjadi daftar hitam kepolisian. (daftar hitam = buronan)
  79. Jika sudah menjadi orang sukses kita tidak boleh lupa daratan. (lupa daratan = tidak peduli apa-apa)
  80. Ayahku naik darah saat mendengar abangku ikut balap liar. (naik darah = emosi)
  81. Dio sudah merencanakan sesuatu dengan akal bulusnya agar bisa lolos tes militer. (akal bulus = licik)
  82. Karyawan itu terkenal dengan mata duitan. (mata duitan = serakah)
  83. Dia bisa dijadikan panutan karena sudah makan garam. (makan garam = berpengalaman)
  84. Sekarang banyak karyawan yang suka makan gaji buta. (gaji buta = hasil yang tidak sebanding dengan yang dikerjakan)
  85. Kuda besi milik ayah rusak dan sedang diperbaiki di bengkel. (kuda besi = motor)
  86. Dia mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan panjang lebar. (panjang lebar = banyak bicara)
  87. Wanita itu patah hati saat melihat kekasihnya jalan dengan perempuan lain. (patah hati = sakit dalam hati)
  88. Jangan termakan oleh omong kosong lelaki itu. (omong kosong = tidak ada gunanya)
  89. Kata-kata lelaki itu sangat menusuk hati. (menusuk hati = menyakiti hati)
  90. Terjadi perang dingin antara dua sejoli itu. (perang dingin = perseteruan)
  91. Pengawal itu ditugaskan untuk menjadi mata-mata musuh perusahaan. (mata-mata = agen rahasia)
  92. Aku mengambil jalan tengah agar masalah dapat terselesaikan dengan cepat. (jalan tengah = jalan damai)
  93. Dia berangkat dari Jakarta ke Surabaya menggunakan burung besi. (Burung besi = pesawat)
  94. Berkat buah pikirannya, kelompok kami menjadi kelompok terbaik di presentasi kali ini. (buah pikiran = ide)
  95. Nasi goreng pinggir tol itu memang tidak ada duanya. (tidak ada duanya = tidak memiliki saingan)
  96. Sahabatku sudah berbadan dua setelah aku melihatnya kembali. (berbadan dua = hamil)
  97. Sudah bukan rahasia umum lagi mengetahui bahwa Lisa merupakan seorang simpanan. (rahasia umum=sudah diketahui banyak orang)
  98. Ayahku selalu naik pitam bila melihat kelakuan buruk abangku. (naik pitam = marah atau emosi)
  99. Para warga memukul pencuri itu dengan membabi buta. (membabi buta = mengamuk)
  100. Wanita itu selalu menjadi anak bawang di dalam gengnya. (anak bawang = hanya ikut-ikutan)

Contoh Majas Personifikasi

Contoh Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang menyamakan benda mati dengan sifat manusia, atau seolah-olah benda mati menjadi hidup. Berikut contoh majas personifikasi lengkap beserta artinya.

  1. Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang
  2. Jaket ini memelukku dengan sangat erat
  3. Bel sekolah berteriak menyuruh para siswa untuk segera pulang
  4. Gunung itu memuntahkan isi perutnya sore tadi
  5. Pohon di pinggir pantai itu melambai-lambai seakan memanggil kita untuk datang
  6. Boneka lucu itu tersenyum kepada setiap orang yang melewatinya
  7. Api itu memakan seluruh benda yang ada di sekitarnya dengan lahap
  8. Alarm di handphone ku terus memanggil namaku di pagi hari
  9. Terlihat ombak yang sangat besar datang menghampiri orang-orang yang sedang bermain
  10. Angin pagi ini seakan berbisik dengan lembut di telinga
  11. Sepeda itu tampak tertidur karena tidak pernah digunakan
  12. Tanah longsor itu menyapu bersih segala lahan pertanian
  13. Kapal yang ada di tengah laut sedang bergoyang saat malam hari
  14. Foto di tembok itu bercerita tentang segala kenangan yang ada
  15. Ayunan di taman belakang sukses menidurkan ayahku
  16. Gempa tadi siang telah merobohkan segala bangunan yang ada
  17. Dering telepon terus berteriak dan menarik perhatian siapa saja yang mendengarnya
  18. Klakson mobil di tengah jalan raya saling sapa satu sama lain
  19. Lampu merah itu menghentikan para pengendara
  20. Sinar matahari sangat menusuk kepalaku
  21. Pasir di pantai terbangun karena ombak datang menghampiri
  22. Kabar itu telah pergi menghilang seiring berjalannya waktu
  23. Salju itu menutupi seluruh jalan raya
  24. Hujan yang terjadi tadi malam sukses menutupi sebagian rumah warga
  25. Vitamin yang diberikan ibu mampu menyejukkan tenggorokan
  26. Motor itu terus menunggu pemiliknya pulang dari kantor
  27. Gelang yang dipakai wanita itu selalu menggenggam pergelangan tangannya
  28. Asap rokok itu terbang menghampiri anak-anak di sekitarnya
  29. Rokok itu hampir saja menghabiskan paru-paru pria tersebut
  30. Lampu jalanan di malam hari saling berkedip menghasil cahaya yang indah
  31. Selimut ini bisa menghangatkan tubuhku yang sedang kedinginan
  32. Dompetku seakan berteriak untuk diberi makan
  33. Penaku seketika berhenti, tinta nya telah habis
  34. Rautan menggigit pensil itu dan menjadikan pensil runcing kembali
  35. Bawang merah itu terus berteriak di depan mataku sehingga air mataku terus keluar
  36. Pisau tersebut menusuk apel yang ada di meja sehingga apel itu terbelah
  37. Petir itu membentak bumi dengan sangat keras
  38. Sayuran itu mampu menghidupi anggota keluarga tersebut
  39. Payung ini melindungiku dari teriknya matahari
  40. Waktu terus mengajar pria yang sedang terburu-buru itu
  41. Kertas kosong itu mengingatkanku untuk segera menyelesaikan tugas-tugasku
  42. Tali ini mengikat tanganku dengan sangat keras
  43. Mobil di depanku seketika tidak mau berjalan
  44. Air itu merusak segala karyaku yang aku buat semalaman
  45. Pagar kawat itu melindungi rumah mereka
  46. Palu itu menonjok paku agar tertancap ke paku
  47. Lukisan indah itu memanggil para pengunjung pameran untuk menghampirinya
  48. Sepatu itu melindungi kaki anak kecil yang sedang berlarian
  49. Jepitan rambut itu menjaga sebagian rambut agar tidak berantakan
  50. Petasan itu ikut memeriahkan acara tahun baru kali ini
  51. Sampah itu mengotori seluruh halaman rumahnya
  52. Limbah pabrik itu saling menyapa dengan air sungai
  53. Janur kuning itu menyambut kedatangan para tamu undangan pesta
  54. Boneka Annabelle itu menakuti setiap orang yang melihatnya
  55. Krayon itu mewarnai kertas gambar polosku
  56. Mascara ini mampu melentikkan seluruh bulu mataku
  57. Kasurku terus menahanku agar tidak pergi
  58. Sisir itu merapikan rambut anak manis tersebut
  59. Parfum pria itu menggodaku untuk menghampirinya
  60. Sore menjelang malam, matahari telah bersiap untuk pulang
  61. Trotoar itu memberi akses jalan kepada para pejalan kaki
  62. Kuas lukisan itu menari di atas kanvas membuat gambar yang indah
  63. Cincin indah itu menggenggam jari manis perempuan cantik tersebut
  64. Penghapus itu menghilangkan tulisan yang baru saja ku buat
  65. Gendongan itu mampu menenangkan bayi mungil tersebut
  66. Garpu itu mengambil mie yang berada di mangkok
  67. Gerobak itu membawa banyak kardus yang telah dikumpulkan oleh pak tua tersebut
  68. Cairan itu mengotori jaket putih yang sedang kupakai
  69. Kembang api itu ikut memeriahkan pesta ulang tahunnya
  70. Tongkat itu membantu sang kakek dalam berjalan
  71. Batu besar itu menghentikan langkah lelaki muda tersebut sesaat
  72. Buku dongeng itu terus menceritakan kisahnya setiap malam
  73. Baju itu merayuku untuk segera memakainya
  74. Benang jahit itu melilit tanganku hingga terluka
  75. Saat sedang makan, sendok dan garpu itu saling bertegur sapa
  76. Pita itu mempercantik gaun wanita muda itu
  77. Angin topan yang baru terjadi sukses memakan banyak korban jiwa
  78. Truk itu menggulingkan badannya ke lembah yang curam
  79. Matanya seperti panah yang menusuk tajam menatapku
  80. Uang receh itu berserakan di lantai
  81. Sepeda itu setiap hari membantunya dalam mengantar koran
  82. Mobil yang biasa digunakan telah membawanya ke rumah sakit
  83. Tembok itu menghalangi pemandangan yang ada di seberang sana
  84. Ranting itu menjatuhkan dirinya dari pohon
  85. Gas itu mengeluarkan bau aneh saat kompor sedang dinyalakan
  86. Sampah plastik itu menyusuri air sungai dengan perlahan
  87. Eyeshadow itu membuat matanya menjadi lebih indah
  88. Narkoba itu berhasil memasukkan dua pria tersebut ke jeruji besi
  89. Sendal itu berbaris dengan rapi di masjid tersebut
  90. Daun-daun itu menari-nari dengan indah
  91. Pantai itu memanjakan mata setiap pengunjung disana
  92. Sambal itu membakar lidah dan mulut kami
  93. Tv itu menyampaikan berita yang sedang heboh diperbincangkan
  94. Matahari bersembunyi dibalik awan hitam tersebut
  95. Suara ayam berkokok berhasil membangunkan para warga sekitar
  96. ATM itu mampu mengeluarkan uang sejumlah yang kita inginkan
  97. Botol itu melayang menghampiri kepala wanita yang sedang berteriak dengan keras
  98. Speaker di kelasku terus berteriak memanggil seluruh siswa untuk berkumpul di lapangan
  99. Topi ini melindungiku dari panasnya terik matahari
  100. Jari lentiknya bergerak lincah diatas keyboard laptop

Baca juga:

Itu dia kumpulan contoh kalimat majas metafora dan personifikasi lengkap beserta arti dan penjelasannya. Semoga dapat bermanfaat untuk kamu. Terima kasih telah membaca di Sudut Pintar.

Tinggalkan komentar